Teknologi mobil masa depan untuk atasi kemacetan Jakarta

0
270

teknologi mobil masa depan atasi kemacetan jakarta

Masalah kemacetan lalu lintas memang sudah menjadi issue utama di berbagai kota besar di dunia, dan salah satunya yang sedang terjadi di Jakarta. Sepertinya dibutuhkan kendaraan atau mobil masa depan yang bisa menembus kemacetan lalu lintas di kota-kota besar tersebut.

Hal ini ternyata menarik perhatian dari NASA yang mana selama dua tahun belakangan tengah melakukan studi kelayakan terhadap sistem transportasi yang disebut Vertical Take Off and Landing aircraft (VTOL). Mereka membayangkan terciptanya sebuah alat transportasi seperti layaknya pesawat tempur terkenal British Harrier Jump Jet Fighter yang mampu take off dari tanah dan kemudian melaju cepat hingga 200 Mph di atas jalur kemacetan lalu lintas.

Para pendukung dan perserta project di Traffic-Choked Silicon Valley, California yang merupakan tempat studi kelayakan program berlangsung percaya bahwa konsep kendaraan tersebut bisa menanggulangi masalah kemacetan terutama di jam-jam sibuk. Setidaknya dari normalnya 2 jam, mereka bisa mempersingkat waktu tempuh hingga sekitar 30 menit saja.

Seperti yang disampaikan oleh Mark Moore, Kepala perencanaan Mobile on Demand di Langley Research Center NASA di Virginia, “Ini bukanlah sekedar kendaraan Imaginer, namun memang sedang dikembangkan di Silicon Valley”. Beberapa perusahaan otomotif juga sedang mengkaji penggunaan teknologi ini untuk bisa diaplikasikan dalam kendaraan mereka. Terbukti dengan akan diadakannya pertemuan Insinyur otomotif di SAE World Congres pada pertengahan April mendatang.

Konsep Vertical-take off akan melibatkan penggunaan sebuah motor listrik, yang disebut oleh Moore sebagai teknologi transformasional. Sebuah motor listrik generasi baru yang sangat efisien untuk mendorong fan blade. Blade akan beroperasi layaknya baling-baling pada helicopter saat proses lepas landas. Selanjutnya, baling-baling tersebut akan merubah arah layaknya sebuah pesawat untuk bisa melaju ke depan.

Penggunaan kendaraan dengan kekuatan motor tersebut akan melayani penumpang layaknya sebuah bus atau taksi udara. Namun sampai saat ini pihak peneliti NASA masih mempertimbangkan mengenai scenario di mana kendaraan tersebut akan lepas landas dan melakukan pendaratan. Apakah nantinya akan menyediakan beberapa tempat khusus di pusat perkotaan sebagai terminal take off dan landing, sementara penumpang bisa melanjutkan dengan menggunakan kendaraan konvensional yang memang sudah menunggu mereka untuk melanjutkan ke tempat tujuan yang sudah dekat.

Salah satu pesawat canggih yang bernama S2 sedang dikembangkan oleh Joby Aviation dari Santa Cruz, California. Dalam situsnya, Joby mengatakan bahwa pesawat dengan tenaga motor listrik tersebut bisa melesat hingga 200 mph hanya dengan menggunakan seperlima  energi dari kendaraan transportasi otomotif konvensional. Dalam websitenya juga, konsep kendaraan masa depan S2 ini akan dilengkapi dengan 12 motor pendukung yang mengusung teknologi terbaru dari generasi baterai lithium polimer.

Sementara itu, perusahaan lain Aurora Flight Sciences telah memenangkan kontrak dari US Defense Advanced Research Projects Agency untuk membangun sebuah pesawat VTOL tak berawak dengan kekuatan 24 baling-baling.

Pesawat VTOL yang diusulkan tersebut diharapkan bisa lebih ramah lingkungan dan lebih bersahabat dengan penggunanya karena memiliki suara atau noise yang cukup rendah, tidak seperti pesawat tempur harrier yang merupakan salah satu pesawat lepas landas yang berorientasi pada pesawat militer dan masih memiliki tingkat kebisingan yang cukup mengganggu.

“Teknologi penggerak motor listrik baru ini memiliki tingkat kebisingan yang sangat rendah dan bisa diaplikasikan pada kendaraan bersayap di perkotaan”, kata Moore.

Lalu kapan konsep kendaraan masa depan ini bisa mulai diproduksi secara masal? Berikut tanggapan Moore terkait pertanyaan ini.

“Saya pribadi percaya bahwa dalam lima tahun mendatang konsep ini sudah bisa diwujudkan dalam sebuah produk, dan akan mulai diproduksi massal kurang dari 10 tahun ke depan”.

Masih menurut Moore, kemungkinan kendaraan tersebut akan muncul pertama kali di negara-negara dimana proses sertifikasi lebih mudah dibandingkan dengan US. Ia percaya bahwa masalah regulasi merupakan tantangan tersendiri di Amerika meskipun proyek tersebut dimulai di California.

Moore percaya bahwa teknologi VTOL bisa membantu dalam menciptakan sebuah sistem transportasi yang lebih rasional dan bisa mengatasi kemacetan yang terjadi di kota-kota besar di dunia.

Nah, itulah teknologi kendaraan masa depan yang diharapkan bisa mengatasi kemacetan di Jakarta. Tinggal kesiapan pemerintah kita terkait  regulasi dari penggunaan teknologi dan kendaraan tersebut. Disamping itu, infrastruktur di Jakarta juga perlu disiapkan terutama terkait persiapan tempat take off dan landingnya. Semoga saja kita bisa menerapkan teknologi masa depan tersebut dan bisa bebas dari kemacetan di Jakarta.

*Sumber : autonews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here