Tanda tanda kemunculan dajjal menurut Islam

0
574

tanda tanda kemunculan dajjal menurut islam

Tanda tanda kemunculan dajjal menurut Islam yang tertulis dalam artikel ini saya ambil dari buku Abu Fatiah Al-Adnani yang berjudul Dajjal sudah muncul dari Khurasan. Buku ini merupakan salah satu dari seri buku akhir zaman yang cukup laris di pasaran dengan penjualan lebih dari 40.000 eksemplar, itu pun sudah beberapa tahun yang lalu saat buku ini diterbitkan kembali pada cetakan ke-7, Januari 2007. Sungguh buku yang sangat menarik untuk dibaca dan dimiliki kala itu.

Namun seiring berjalannya waktu, dan kebetulan kini saya mendalami dunia blogging, maka cerita tentang munculnya dajjal ini sepertinya menarik jika saya share melalui postingan kali ini. Bukan hanya menceritakan tentang tanda-tanda kemunculan dajjal, namun buku ini bisa dibilang edisi kupas tuntas tentang berita dajjal seperti yang telah dinubuatkan sejak zaman nabi Muhammad dulu. Kapan dajjal akan muncul, dimana dajjal saat ini, keadaan dunia sebelum kemunculan dajjal, hingga berapa lama dajjal telah menetap di bumi ini juga dipaparkan dengan jelas. Namun tetap, seperti halnya berita-berita lainnya, pastinya ada yang percaya dan tidak. Jadi, semuanya akan saya kembalikan kepada anda semua apakah akan percaya ataukah tidak.

Tanda tanda kemunculan dajjal menurut Islam

Disimpulkan dari hadits Tamim Ad Dari mengenai tanda-tanda kemunculan dajjal antara lain :

  • Pohon kurma di desa Nakhl Baisan (salah satu wilayah di Palestina) sudah tidak bisa berbuah lagi.
  • Air danau di Thabaria, Palestina akan mongering.
  • Mata air Zughar di Syria akan kering dan tidak bisa mengairi perkebunan di sekitarnya.

Ketika dajjal muncul, kondisi dunia berada dalam kekacauan. Kezaliman merata terjadi pada tiap Muslim, sementara peperangan terjadi terus menerus tanpa henti. Dikabarkan bahwa kemunculan dajjal berada pada era peperangan dan pembantaian. Meski Al-Mahdi sudah muncul juga, namun keadilan belum bisa ditegakkan karena banyaknya musuh yang harus ditumpas serta kekuatan Al-mahdi masih sangat terbatas.

Riwayat lain yakni dari HR. Abu Dawud, dalam Kitabul Fitan no.4242, kemudian Ahmad 2/133, Al-Hakim 4/467, dan disakhihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Jami’ Shaghir no 4194, Silsilah Ahadits Shahihah no 974 yang menceritakan ;

Dari Abdullah bin ‘Umar, ia berkata :”Suatu saat kami duduk dengan Rosulullah dan memperbincangkan tentang berbagai fitnah, dan beliau banyak bercerita mengenainya. Beliau juga menyebut tentang fitnah Ahlas, sehingga ada seseorang bertanya :’Apa yang dimaksud fitnah Ahlas?’, dan beliau menjawabnya :

‘yaitu fitnah peperangan dan pelarian. Kemudian fitnah Sarra’, dimana kotoran atau asapnya berasal dari bawah kaki seorang Ahlubaitku, dia mengaku dariku, padahal bukan dariku, karena waliku hanyalah orang-orang yang bertaqwa. Manusia bersepakat pada seseorang seperti bertemunya pinggul di tulang rusuk, kemudian fitnah Duhaima’ yang akan menghantam setiap umat ini. Jika dikatakan telah selesai, maka ia justru berlanjut. Di dalamnya ada seorang laki-laki beriman pada pagi harinya, namun kafir pada sore harinya, sehingga manusia akan terbagi menjadi dua bagian yaitu kelompok keimanan yang tidak mengandung kemunafikan, serta kelompok kemunafikan yang tidak mengandung keimanan. Jika hal itu terjadi, maka tunggulah kedatangan dajjal pada hari itu atau esoknya”.

Kalau kita amati dari uraian di atas, dimana diceritakan bahwa dajjal akan muncul ketika pohon kurma tidak akan bisa berbuah dan air danau di palestina akan mongering, serta mata air di Syria akan kering. Bukankah saat ini di kedua negara tersebut terjadi terror dan peperangan? Bukankah kerusakan dari peperangan tersebut bisa saja merusak atau membuat pohon kurma  tidak bisa berbuah maupun mata air dan danau mengering? Hmm, bisa jadi saat ini hal itu sudah terjadi atau sebentar lagi bakal terjadi. Wallahu A’lam.

Dimanakah dajjal saat ini

Mengenai keberadaan dajjal, ada perbedaan pendapat di kalangan Ulama’, yaitu apakah sudah diciptakan atau belum. Namun pendapat yang shahih mengatakan bahwa dajjal sudah diciptakan dan saat ini berada di sebuah pulau tertentu dan hanya menunggu ketetapan Allah untuk muncul di akhir zaman. Hal ini sejalan dengan hadits Tamim Ad-Dari yang pernah bertemu denagn dajjal disebuah pulau terpencil saat kapal yang ia dan kawannya naiki karam. Di sana ia bertemu dnegan dajjal dan Al-Jasasah. Dajjal sedang dibelenggu dengan rantai besi antara kedua lutut dan mata kakinya.

Riwayat tersebut menjelaskan bahwa dajjal sudah ada dan masih ada hingga kini. Ia mendapat rizki dari Allah dan sementara ini berada di sebuah pulau yang tersembunyi dan tidak dapat diketahui oleh manusia, meski dengan kecanggihan teknologi seperti saat ini. Tidak ada seorang pun yang mampu menjejakkan kakinya di sana. Itulah rujukan dari hadits Tamim Ad-Dari mengenai keberadaan dajjal.

Tapi jika merujuk pada hadits Ibnu Shayyad, dialah dajjal yang dijanjikan akan muncul di akhir zaman dan tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaannya. Kemampuan dajjal Ibnu Shayyad yang mampu berpindah sari satu waktu ke waktu lainnya, dari satu tempat ke tempat lainnya, dan dari penampakan satu ke penampakan lainnya, akan membuat penyamarannya semakin kuat hingga manusia tidak akan tahu bahwa dajjal telah menebar fitnah sepanjang masa hingga waktu yang ditentukan.

Sementara pendapat mereka yang mengatakan bahwa dajjal berada di segitiga Bermuda adalah pendapat yang tidak berdasar. Meskipun kemampuan dajjal Ibnu Shayyad yang bisa berpindah-pindah tempat bisa saja berada di wilayah Segitiga Bermuda sejak menghilangnya dan masa kemunculannya nanti, namun meyakini bahwa dajjal akan muncul dari Segitiga Bermuda telah menyalahi nash-nash yang menunjukkan bahwa dajjal akan muncul dari arah timur Khurasan. Wallahu a’lam.

3 Kelompok manusia saat terjadi fitnah dajjal

Dalam menanggapi munculnya fitnah dajjal ini, manusia akan terbagi dalam 3 kelompok besar diantaranya sebagai berikut ;

  1. Pertama, mereka beriman dan yakin tentang semua yang dijanjikan dan diberitakan oleh Rasulullah, mengenai sifat dan kemuculan dajjal. Dengan mengkompromikan semua riwayat yang ada, mereka memahami sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat dan jumhur ulama, yakni dajjal adalah manusia keturunan Adam yang diberi kekhususan dan memiliki sebagian dari keluarbiasaan yang dimiliki Allah.
  2. Kedua, mereka yang terkena fitnah syubhat serta virus rasionalisme dalam memahami nubuwat. Mereka melakukan takwil dan ta’thil terhadap hakikat dajjal. Keompok ini termasuk di dalamnya adalah golongan sekuler dan liberal. Mereka meyakini bahwa dajjal hanyalah symbol kejahatan, kezaliman dan kerusakan zaman. Dajjal bukan manusia.
  3. Ketiga, mereka yang meyakini tentang hakikat dajjal, namun mereka menggambarkan sosok dajjal ini keluar dari apa yang dipahami para jumhur Ulama’. Mereka meyakini bahwa dajjal akan muncul dalam sosok manusia raksasa bermata satu, perut buncit, kuping runcing, dan memiliki dua tanduk yang datang ke kota-kota dan menghacurkan semua bangunan yang ada. Mirip seperti apa yang dibayangkan anak-anak bukan/

Lalu, benarkah dajjal akan muncul dalam sosok demikian? Hmm, silahkan membaca buku ‘Dajjal sudah muncul dari Khurasan’ karena tidak mungkin saya jabarkan semua dalam postingan kali ini. Penasaran? Langsung aja ke Gramedia ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here