Renungan pagi Islami : Berpacu dengan waktu

0
463

renungan pagi islami : berpacu dengan waktu

Renungan pagi Islami kali ini akan menyoroti kebiasaan kita dalam berpacu dengan waktu, baik ketika mengejar jadwal keberangkatan pesawat maupun kereta.

Seperti kita ketahui bahwa pesawat dan kereta merupakan salah satu angkutan transportasi yang memiliki jadwal keberangkatan tetap.

Artinya, sudah bisa dipastikan atau diketahui pukul berapa armada tersebut akan diberangkatkan, lengkap sampai hitungan menitnya.

Hal ini yang terkadang membuat kita sebagai penggunanya merasa tergopoh-gopoh untuk bisa datang tepat waktu, atau setidaknya hadir beberapa menit sebelum waktu keberangkatan.

Ada yang rela bangun pagi-pagi, mandi, dan meninggalkan keluarga hanya untuk mengejar waktu keberangkatannya.

Untuk apa?

Ada yang takut kena Skors karena telat masuk kantor, ada yang takut kehilangan klien bisnis karena melewatkan meeting penting, ada pula yang takut kehilangan pelanggan karena telat membuka lapak dagangannya.

Renungan pagi Islami : Mengejar waktu Sholat

Sekarang coba kita bandingkan dengan fenomena lainnya, di mana sangat sedikit yang bisa hadir di masjid dan menjalankan sholat tepat dan awal waktu.

Berapa banyak dari kita yang tergopoh-gopoh ambil air wudhu ketika adzan dikumandangkan.

Berapa banyak dari kita yang masih asik bekerja, atau serius dengan dagangan dan aktivitas lainnya padahal suara adzan sudah memanggil.

Apa sebenarnya yang kita perjuangkan? Jabatan? Uang? Atau ingin bisnis kita berkembang?

Sepertinya kita lupa satu hal. Siapakah sebenarnya yang menjamin rizki kita, siapakah yang sebenarnya membuat bisnis kita berkembang dan membuat kita banyak uang.

Tidak lain adalah Allah, Sang Maha Kaya, Maha Pemberi, dan Maha Berkehendak.

Bukankah panggilan adzan : Haiiya ‘alal Falaah artinya mengajak kita untuk meraih kemenangan, kesejahteraan, kebahagiaan.

Tidakkah telah disampaikan pula ke kita bahwa sholat Sunnah 2 rakaat saat fajar (sebelum sholat subuh) itu lebih berharga dari harta dan keluarga kita?

Lantas mengapa kita masih enggan untuk bersegera datang ke masjid ketika Adzan sudah dikumandangkan? Atau bahkan bersiap-siap sebelum waktu sholat tiba?

Renungan pagi Islami : Mereka yang dimuliakan

Jika anda aktif di media sosial, pastilah sering membaca kisah inspiratif tentang kemuliaan yang diberikan oleh Allah kepada mereka yang selalu menjaga Sholatnya tepat waktu.

Ada kisah tentang penjual Ketoprak yang meninggalkan dagangannya ketika adzan sudah dikumandangkan.

Ada juga kisah tentang Tukang Becak yang tidak pernah absen untuk selalu sholat berjamaah di masjid ketika waktu sholat tiba.

Jika berpikir rasional, mungkin mereka akan kehilangan pelanggan dan melewatkan ‘potensi’ penghasilan karena dagangan dan pelanggannya ditinggal.

Namun nyatanya fakta berbicara lain.

Penjual ketoprak kebanjiran pembeli meskipun lapaknya ditinggal beberapa saat dan sempat ada beberapa pembeli lain yang urung beli. Namun Allah menggantikannya dengan mendatangkan pembeli-pembeli yang lain.

Begitu juga Tukang Becak ketiban rizki setelah mendapat hadiah dari penumpangnya (yang kebetulan seorang pengusaha) karena telah mengingatkan (baca : mengispirasi) tentang pentingnya sholat tepat waktu.

Ya, penumpang yang notabene seorang pengusaha kaya raya itu minta diantarkan ke sebuah toko dekat dengan Hotel tempatnya menginap. Namun di tengah perjalanan malah Tukang Becak itu membelokkannya ke sebuah pelataran masjid karena Adzan sudah dikumandangkan.

So, mari kita renungkan sejenak.

Jika urusan Sholat kau anggap sepele. Ahh, ntar aja deh sholatnya, kan waktunya masih panjang. Ahh, ntar aja deh sholatnya, masih nanggung nih kerjaan.

Lalu urusan mana yang kamu anggap penting?

Jangan terlalu sibuk memperjuangkan sesuatu yang BELUM pasti (menjadi kaya, punya jabatan, uang banyak, hidup bahagia sampai tua, dll).

Tapi persiapkanlah sesuatu yang sudah PASTI, yakni kematian. Dan sebaik-baik amal untuk mempersiapkan kematian adalah Sholat.

Muda tidak menjaminmu untuk bisa hidup lebih lama.
Kaya tidak menjaminmu untuk bisa hidup selamanya.
Jabatan tidak menjaminmu untuk bisa hidup bahagia.

Tapi Sholat, in shaa Allah bisa membuat hidupmu penuh berkah dan menjadi bekal terbaik yang mengiringi kematianmu kelak.

Demikian renungan pagi Islami kali ini. Mari tergopoh-gopoh menyambut waktu sholat. Mari tergopoh-gopoh untuk meramaikan sholat berjamaah di masjid.

Dan jangan lupa untuk tergopoh-gopoh men-share artikel ini. Setiap orang yang terinspirasi setelah membaca ulasan ini, in shaa Allah akan menjadi amal sholeh kita. Amiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here