Pengertian tax amnesty Indonesia alias pengampunan pajak

0
440

pengertian tax amnesty indonesia

Banyak orang yang belum paham tentang pengertian tax amnesty Indonesia alias program pengampunan pajak ini. Bahkan beredar kabar di dunia maya bahwa program ini sangat merugikan masyarakat dari golongan menengah bawah. Hingga saat berita ini ditulis, banyak ormas yang telah mengajukan gugatan ke pemerintah terkait program ini, dan salah satunya adalah Muhammadiyah (Berita dari trans7, Minggu 30 Agustus 2016).

Lalu apa sih sebenarnya tujuan dari program pengampunan pajak ini dan benarkah program ini disinyalir akan semakin menyusahkan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan masyarakat kelas menengah bawah? Berikut uraian yang kami rangkum berdasarkan informasi yang dapat dipercaya.

 

Pengertian Tax Amnesty Indonesia

Berdasarkan penjelasan resmi dari website pajak.go.id, tax amnesty merupakan program pengampunan dari pemerintah kepada para wajib pajak terkait perolehan harta selama kurun waktu tahun 2015 kemarin yang mana belum dilaporkan melalui SPT. Pengampunannya meliputi penghapusan terhadap pajak yang seharusnya terutang, sanksi administrasi, serta sanksi pidana. Caranya dengan membayar seluruh tunggakan pajak dan uang tebusan.

Dari penjelasan di atas sudah jelas bahwa program ini diperuntukkan untuk mereka yang belum melaporkan penghasilan mereka secara rutin melalui SPT. Jadi sama sekali tidak mempengaruhi mereka yang secara rutin membayar pajak dan sudah melaporkannya melalui SPT tahunan.

 

Target program pengampunan pajak

Seperti penjelasan dari Menteri Koordinator bidang perekonomian yaitu Darmin Nasution, target dari program pengampunan pajak alias tax amnesty ini sebenarnya adalah para konglomerat yang memiliki harta cukup banyak namun belum dilaporkan, dan bahkan disimpan di luar negeri. Jadi kalau sempat beredar issue di dunia maya bahwa pemerintah mengejar para pengusaha kecil menengah atau pekerja yang selama ini sudah taat membayar pajak adalah jelas salah.

Satu hal lagi yang perlu dipahami adalah bahwa program tax amnesty ini merupakan Hak yang bisa dimanfaatkan oleh para wajib pajak dalam melaporkan penghasilan yang selama ini tidak sempat atau belum dilaporkan masalah perpajakannya. Dengan memanfaatkan program ini, mereka bisa mendapatkan keringanan pembayaran tebusan alias denda dari 2%-10% tergantung periode pelaporannya (hingga Maret 2017). Jika anda tidak mau memanfaatkan program ini ya tidak apa-apa. Namun jika dikemudian hari dilakukan pemeriksaan terkait harta dan penghasilan anda yang seharusnya dikenakan pajak, siap-siap saja membayar denda dan tebusan sesuai tariff normal undang-undang perpajakan.

 

Harta yang bukan termasuk objek tax amnesty

Bagi anda yang ingin mengajukan tax amnesty atas harta dan penghasilan yang sebelumnya belum pernah anda laporkan, alangkah baiknya untuk mengetahui apa saja harta yang sebenarnya tidak termasuk sebagai objek program tax amnesty ini.

  • Penghasilan dibawah PTKP
    Untuk anda yang berpenghasilan di bawah 4,5 juta per bulan (54 juta/tahun) dan belum pernah melaporkan pajak penghasilan, anda tidak perlu mengajukan tax amnesty karena memang penghasilan anda masih di bawah ambang batas wajib pajak alias tidak wajib membayar pajak.
  • Harta warisan
    Jika anda sebagai pekerja dengan penghasilan di bawah PTKP, dan mendapatkan warisan dari orang tua berupa rumah di Indonesia, maka anda tidak perlu mengajukan tax amnesty atas kepemilikan rumah tersebut (Per-11/PJ/2016 ayat 2).
    Atau contoh lain, jika anda seorang karyawan yang memiliki penghasilan di atas PTKP dan mendapatkan warisan berupa ruko dari ayah anda. Namun Ruko tersebut sudah dilaporkan ayah anda dalam SPT tahun sebelumnya, maka anda juga tidak perlu mengajukan tax amnesty atas kepemilikan ruko tersebut.
  • Harta Hibah
    Jika anda sebagai pekerja dengan penghasilan di bawah PTKP, kemudian mendapatkan hibah berupa uang tunai sebesar 100 juta rupiah, maka anda juga tidak perlu mengajukan tax amnesty atas kepemilikan harta 100 juta tersebut (per-11/PJ/2016 ayat 3).
    Contoh lainnya, jika anda memiliki penghasilan di atas PTKP dan mendapatkan hibah berupa klinik dari ayah anda. Namun karena klinik tersebut sudah dilaporkan dalam SPT tahun sebelumnya oleh ayah anda, maka anda tidak perlu mengajukan tax amnesty atas kepemilikan klinik tersebut.

Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa harta yang tidak masuk sebagai objek tax amnesty adalah penghasilan di bawah PTKP (penghasilan tidak kena pajak), harta hibah dan warisan yang diterima oleh mereka yang memiliki penghasilan di bawah PTKP, serta harta hibah dan warisan yang diterima oleh mereka dengan penghasilan di atas PTKP namun harta hibah atau warisan tersebut sudah dilaporkan dalam SPT tahun sebelumnya oleh si pemberi warisan/hibah.

Demikian sedikit penjelasan mengenai pengertian tax amnesty Indonesia atau pengampunan pajak yang resmi dicanangkan oleh pemerintah. Hukumnya bukan wajib, namun lebih bersifat hak yang bisa dimanfaatkan oleh para wajib pajak dalam melaporkan harta dan penghasilan yang selama ini belum dilaporkan.

Punya pengalaman atau pengetahuan lebih terkait program tax amnesty ini? Silahkan dishare melalui kolom komentar di bawah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here