Kisah Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga masa Kenabian

0
539

kisah nabi muhammad SAW dari kelahiran

Sebagai penganut Agama Samawi, sudah sepatutnya jika kita mempelajari kisah kehidupan para nabi termasuk di dalamnya kisah Nabi Muhammad SAW. Ya, Nabi Muhammad adalah seorang Nabi dan Rosul yang diutus Allah untuk meneruskan pesan Tauhid sekaligus menyampaikan ajaran Islam sebagai Rahmat bagi seluruh alam. Hal inilah yang membedakan ajaran Islam dengan ajaran-ajaran agama sebelumnya dimana kebanyakan darinya hanya diperuntukkan untuk Kaum atau Golongan tertentu di masa itu.

Dalam kehidupannya, banyak sekali nilai-nilai yang patut kita teladani guna mendapatkan ridho dari Allah SWT dan memperoleh kehidupan yang penuh berkah, rahmat, serta kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Dan itulah yang akan coba saya share dalam tulisan blog kali ini.

 

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Menurut sejarah, Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada hari Senin tepatnya tanggal 12 Rabiul Awwal di Kota Mekah dan bertepatan dengan tahun Gajah. Ya, saat itu bulan Agustus tahun 570 Masehi, tahun di mana seorang Gubernur Ethiopia yang bernama Abrahah sedang memimpin pasukan Gajah untuk menghancurkan Ka’bah di Mekah. Inilah yang kemudian familiar dalam dunia sejarah disebut sebagai tahun Gajah.

Beliau lahir dari keturunan nabi Ismail yang nasabnya di dapat dari ayah Beliau yang bernama Abdullah. Sementara Ibunya bernama Amina yang merupakan putri dari Wahab. Berikut adalah urutan nasab nabi Muhammad SAW yang ujungnya bertemu dengan nabi Ismail putra dari nabi Ibrahim :

Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim bin Abdul Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Kaab bin Luai bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Al Nadhar bin Kanana bin Khuzaima bin Madraka bin Ilias bin Mudir bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Dan silsilah Adnan bertemu sampai pada Kedar putra dari nabi Ismail bin Ibrahim.

Kakek beliau Abdul Muttalib merupakan seorang pemimpin dari suku Quraisy yang dihormati oleh suku-suku lainnya di Mekah. Sementara Ibu beliau adalah seorang keturunan terhormat dari silsilah suku yang sama. Sejak kelahirannya yang ke tujuh hari, kakek beliau Abdul Muttalib melakukan penyembelihan Unta dan mengundang masyarakat Quraisy untuk makan bersama. Mereka pada heran perihal nama Muhammad yang diberikan kepadanya, mengingat nama tersebut tidak mencerminkan sebuah nama yang berasal dari nenek moyangnya seperti kebiasaan kaum Quraisy kala itu.

Abdul Muttalib selaku kakek beliau menjelaskan bahwa dia menginginkan Muhammad ini akan menjadi orang yang Terpuji, baik bagi Tuhan di langit maupun makhluk-Nya di bumi.

 

Masa remaja hingga gelar Al Amin

Sejak umur 6 tahun, beliau diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muttalib selepas wafatnya Ibunda Amina. Sebelumnya, ayah beliau Abdullah juga meninggal duluan di Yatsrib beberapa minggu sebelum kelahiran beliau sepulang dari berdagang dari Suria dan menjenguk saudara-saudara Ibu Amina di Yatsrib.

Di umurnya yang ke-8 tahun, sang Kakek Abdul Muttalib juga wafat sehingga beliau kemudian diasuh oleh paman yang bernama Abu Talib bersama 3 keponakannya yakni Ali, Jaafar, dan Akeel. Dalam asuhan Abu Talib lah kemudian Muhammad tumbuh dewasa dan menjadi seorang pedagang atau bisnisman. Terkenal dengan kejujurannya, keadilan dan rendah hati serta kemauan yang keras, akhirnya beliau dijuluki Al Amin yang berarti jujur. Gelar ini merupakan salah satu gelar dengan standar moral yang tinggi di masyarakat kala itu.

 

Pernikahan dengan Khadijah

Khadijah adalah seorang wanita kaya dan dihormati oleh masyarakat yang biasanya mengupah orang Quraisy untuk memperdagangkan hartanya. Mendengar cerita tentang sifat-sifat terpuji Muhammad kala itu, ia pun menawari beliau untuk mulai memperdagangkan harta Khadijah bersama dengan budak Khadijah yang bernama Maisara.

Dengan bekal kejujuran dan kemampuannya, belaiu berhasil memperdagangkan harta Khadijah dan berhasil meraup keuntungan melimpah melebihi pedagang-pedagang sebelumnya. Kala itu beliau berumur 25 tahun dan sepulang dari perdagangannya di Syiria atau Syam, beliau dilamar oleh Khadijah untuk menjadi suaminya. Ya, meskipun banyak tokoh-tokoh bangsawan Quraisy yang kerap melamarnya, Khadijah akhirnya memilih Muhammad sebagai suaminya dan beliaupun menyetujuinya.

Dari pernikahannya ini, Muhammad dan Khadijah diberikan 6 anak yakni 2 laki-laki dan 4 perempuan yakni bernama Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Umm Kulthum, dan Fatimah.

 

Masa Kenabian dari Kisah Nabi Muhammad SAW

Kala itu Ka’bah masih dipenuhi oleh berhala-berhala yang berjumlah hingga 360 an. Ajaran tauhid yang diusung oleh nabi Ibrahim telah bercampur dengan adat jahiliyah saat itu. Bahkan banyak tamu dari berbagai tempat datang ke tempat itu (Ka’bah) untuk melakukan penyembahan terhadap berhala. Namun demikian masih ada sekelompok kecil dari masyarakat yang masih menjaga kemurnian ajaran Ibrahim dengan melakukan ziarah ke tempat itu dan melakukan peribadatan dengan mendekatkan diri kepada Tuhannya sambil berkhalwat memohon rezeki dan pengetahuan dengan cara berdoa dan bertapa menghindari keramaian orang.

Peribadatan dangan cara mengasingkan diri seperti ini disebut tahannuf dan tahannuth. Nabi Muhammad termasuk dalam kelompok ini dan selama bulan Ramadan tiap tahunnya beliau sering berkhawat dan tahannuth di puncak Gunung Hira’ yang berjarak sekitar 2 farsah sebelah utara kota Mekah. Di sini beliau focus untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan berhasil mendapatkan ketenangan dari sekian gejolak kehidupannya.

Ketika sedang tertidur di Gua Hira’ inilah beliau dikagetkan dengan suara keras dari Malaikat Jibril yang mendekap beliau sambil mengatakan ‘iqra’ yang artinya ‘bacalah’. Sambil ketakutan dan jantung berdebar-debar beliau menjawabnya ‘ma Aqra’ yang artinya ‘saya tidak bisa membaca’. Malaikat Jibril pun berkata lagi ‘iqra’ yang artinya ‘bacalah’. Dan masih dalam ketakutan beliau kemudian menjawab ‘madzh aqra’ yang artinya ‘apa yang akan saya baca’.

Saat itulah kemudian malaikat Jibril melanjutkan perkataannya :

“Bacalah!, Dengan nama Tuhanmu yang Menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya”. (Quran, 96:1-5)

Itulah yang kemudian disebut wahyu pertama yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Sejak saat itu nabi Muhammad resmi diangkat menjadi Nabi dan Rosul Allah dan mengajarkan agama Islam ke seluruh umat manusia. Wahyu-wahyu ini diturunkan selama kurun waktu kurang lebih 23 tahun hingga lengkap berbentuk Al-Quran yang saat ini bisa kita lihat.

Demikian kisah nabi Muhammad SAW secara singkat sejak kelahiran hingga masa kenabian beliau. Untuk mendapatkan kisahnya secara lengkap anda bisa membacanya melalui link berikut : Buku Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here