Kisah Jin bodoh yang dikibulin seorang Santri

0
1643

kisah jin bodoh dikibulin santri

Cerita tentang Jin yang berhasil dikibulin seorang Santri ini berawal ketika ada sebuah desa yang diganggu oleh Jin jahat. Mendengar hal ini, seorang Kyai menugaskan Santrinya untuk membantu desa tersebut dari gangguan Jin onar itu. Tak pelak, Santri ini merasa sedikit bingung untuk bisa menghadapi makhluk Gaib, hingga sang Kyai memberikan keyakinan tentang suatu hal :

“Wahai anakku, ingatlah tentang ayat Alquran yang mangatakan bahwa jika Allah menjadi penolong kamu, maka tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkanmu”.

Mendengar ucapan sang Kyai, si Santri pun mantab untuk pergi mengalahkan Jin di desa sebelah. Sesampainya di desa tersebut, dia menemui kepala Desa untuk menanyakan perkara yang terjadi.

Santri             : “Pak Kepala Desa, apa sebenarnya yang membuat Jin ini mengganggu desa ini?”.

Kepala Desa : “itu karena desa ini sangat subur dan memiliki kekayaan berlimpah untuk kehidupan warga”.

Santri             : “Hanya itu saja pak?”.

Kepala Desa : “Jin ini menginginkan tumbal seorang gadis Perawan sebagai imbalan karena dia menganggap berkat bantuannya lah desa ini bisa subur dan berlimpah. Jika tidak dituruti, maka desa ini akan dihancurkan olehnya”.

Santri             : “Lalu bagaimana wujud jin tersebut?”

Kepala Desa : “Badannya setinggi 10 meter, bertubuh besar, dan rambutnya dikuncir di antara kepalanya yang botak”.

Santri             : “Ohhh, dia berasal dari bangsa Jin Ifrit. Sebenarnya dia hanya menggertak saja, pasti ada wanita yang sedang disukainya. Baiklah, tolong berikan surat tantangan dari saya untuk jin tersebut”.

Sang Santri pun membuat surat tantangan dan diberikan ke Pak Kepala Desa untuk disampaikan ke Jin Ifrit. Tak pelak, Jin pun marah dan berjanji akan melumat si Santri yang berani menantangnya.

Sambil menunggu waktu pertandingan, si Santri malah menjahit sarung dengan ukuran sangat besar sekitar 30 meter tingginya dengan lebar 70 meter. Sarung itu kemudian dijemur dan diikat di antara 2 pohon kelapa yang tingginya 40 meter. Hingga saat pertandingan dengan Jin pun tiba.

Jin                  : – dengan suara menggelegar – “ Mana manusia yang berani menantangku itu? Keluar kau dan akan ku lumat habis tubuhmu yang berasal dari tanah liat itu”, ucapnya sambil marah-marah.

Warga pun ketakutan karena Jin ini memang terkenal jahat dan menyeramkan. Si Santri pun mendegar panggilan Jin, dan sebelum melangkah keluar, dia berdo’a kepada Allah SWT : “ Ya Allah, hanya Engkau yang mampu menolong hamba dari kejahatan Jin itu. Ya Allah, aku mengharapkan pertolongan dari-Mu”.

Dengan mantab, Santri pun keluar menemui Jin Ifrit.

Jin                  : “ Hahahaaa,…manusia pendek,! Kamukah yang berani menantangku? Sudah bosan hidup rupanya. Mari kita bertarung”.

Santri             : “ Bukan aku yang akan melawanmu Jin, tapi Guruku. Kebetulan saat ini beliau sedang mandi, dan aku baru saja mencuci sarung beliau”. Ucap si Santri sambil menunjuk kain sarung raksasa yang diikat di antara 2 pohon kelapa tadi.

Melihat kain sarung yang berukuran sangat besar itu, Jin Ifrit pun mulai ketakutan.

Jin                  : “ Jadi, itu sarung gurumu yang kamu jemur di sana?”

Santri             : “ Iya Jin,…”

Jin                  : “ Gurumu sangat tinggi dan besar sekali,!”

Santri             : “ Betul Jin. Beliau adalah ahli perang dan tidak takut akan kematian. Sebentar akan saya panggilkan, sepertinya beliau sudah selesai mandinya”.

Jin                  : “ Tidak usah, lebih baik aku pergi saja dan desa ini tidak akan pernah aku ganggu lagi”, ujar Jin sambil terbirit-birit karena ketakutan.

Akhirnya, si Santri bisa tersenyum lega karena tidak sampai harus berkelahi dengan Jin Ifrit yang jahat itu.

*diadopsi dari buku ‘Kitab Senyum’ by Wibi Aregawa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here