Cara cek saldo Jamsostek dan syarat pencairan Jamsostek 2016

16
16801

cara cek saldo jamsostek dan syarat pencairan jamsostek 2016

Bagaimana sih cara cek saldo Jamsostek kita? Lalu apa saja syarat pencairan Jamsostek jika kita ingin menggunakan dana tersebut? Pertanyaan seperti ini sering kali saya dengar dari rekan-rekan sesama pekerja, terutama mereka yang hampir mencapai masa pensiun dan juga yang ingin mengajukan resign dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Ya, meskipun sebenarnya dana jamsostek ini merupakan tabungan kita di masa tua nanti, pada kenyataannya banyak dari kita yang ingin menggunakan dana tersebut di kala kita masih terbilang cukup produktif atau jauh dari kata pensiun. Sebagian ingin menggunakannya sebagai modal usaha, sebagian juga ada yang membutuhkannya untuk biaya sekolah anak maupun untuk membayar DP pembelian rumah dan semacamnya. Tidak dilarang memang, namun sebaiknya kita bisa menyikapi dengan bijak terkait penggunaan dana tersebut.

Dan melalui postingan kali ini, saya akan share informasi mengenai bagaimana cara mengecek saldo jamsostek beserta syarat apa saja yang harus kita siapkan sebelum melakukan pencairan dana Jamsostek kita.

 

Cara cek saldo Jamsostek secara real time

Biasanya, saldo dana Jamsostek kita akan selalu diinformasikan oleh perusahaan setiap 1 tahun sekali. Kita akan diberikan lembaran yang berisi rincian saldo jaminan hari tua (JHT) seperti yang bisa anda lihat pada gambar ilustrasi di atas. Dari laporan tersebut kita bisa melihat detail dari saldo dana jamsostek di tahun sebelumnya, termasuk jumlah ‘setoran’ per bulan yang dialokasikan dari gaji kita dan beban perusahaan. Jika lebih teliti, anda juga akan menemukan besaran nilai pengembangan dari dana tersebut karena sebenarnya dana yang terkumpul akan diinvestasikan ke dalam pasar investasi.

Nilai pengembangan tersebut berkisar pada angka 6-7% (berdasarkan report yang saya terima di slip punya saya). Jadi, jika tidak butuh-butuh amat sebaiknya jangan diambil dulu dana Jamsostek anda karena nilainya akan terus bertumbuh sesuai hasil investasi yang dilakukan pihak pengembang.

OK, kembali ke topic cara cek saldo jamsostek. Meski tadi sudah saya kemukakan bahwa saldo jamsostek akan diinformasikan oleh perusahaan setiap 1 tahun sekali, namun sebenarnya kita juga bisa melakukan pengecekan dana jamsostek secara real time. Kita bisa melihat pertumbuhan atau progress dana jamsostek setiap saat karena sebenarnya dana tersebut akan terus bertambah setiap bulannya mengingat ‘setoran’ dari perusahaan dilakukan setiap bulan.

Berikut adalah beberapa tahapan agar anda bisa melakukan pengecekan saldo jamsostek secara real time melalui gadget anda.

cara cek saldo jamsostek

cara cek saldo jamsostek 2

cara cek saldo jamsostek 3

  1. Download dan install aplikasi BPJSTK Mobile melalui Google Playstore untuk anda pengguna HP Android atau melalui Blackberry World untuk anda pengguna Blackberry.
  2. Baca syarat dan ketentuan terkait pengunaan aplikasi ini. Jika anda setuju, centang box di bagian bawah dan klik tombol ‘TERIMA’.
  3. Klik menu ‘Daftar Baru’ jika sebelumnya anda belum pernah melakukan registrasi terkait layanan Jamsostek secara online.
  4. Masukkan nama lengkap dan alamat email untuk proses aktivasi.
  5. Masukkan PIN yang telah dikirimkan melalui alamat email yang anda daftarkan sebelumnya. Periksa inbox maupun folder spam di akun email anda. Jika emailnya masuk ke folder Spam, jangan lupa untuk merubahnya menjadi Not Spam agar email-email selanjutnya bisa langsung masuk ke inbox.
  6. Jika berhasil, silahkan mengganti PIN yang diemail tersebut dengan PIN baru yang mudah anda ingat. Ke depannya, anda bisa menggunakan PIN baru tersebut untuk proses Login ke aplikasi ini.
  7. Pilih ‘Layanan JHT’ untuk melihat saldo terakhir JHT anda maupun laporan JHT tahunan anda.
  8. Jika anda baru pertama kali menggunakan layanan ini, anda akan diminta memasukan nomor HP untuk verifikasi akun.
  9. Masukkan PIN yang dikirim melalui SMS ke nomor HP yang didaftarkan sebelumnya agar menu Cek saldo bisa anda gunakan.
  10. Akan ditampilkan nomor KPJ anda. Masukkan PIN utama anda tadi (bukan PIN yang di SMS) untuk mendapatkan info Saldo JHT secara real time.
  11. Saldo JHT anda akan ditampilkan. Periksa data tersebut, termasuk di dalamnya informasi besaran gaji anda yang dilaporkan oleh perusahaan. Klik ‘YA’ jika informasi yang ditampilkan sudah benar.

Demikian cara melakukan pengecekan saldo jamsostek secara realtime langsung dari gadget anda. Sangat mudah dan tidak perlu menunggu laporan yang diberikan oleh perusahaan setiap setahun sekali.

 

Syarat pencairan Jamsostek

Sejak diberlakukannya peraturan pemerintah no 60 tahun 2015 pada bulan September kemarin, proses pencairan dana jamsostek semakin mudah dan fleksible. Jika sebelumnya anda harus menunggu hingga usia 56 tahun untuk bisa mencairkan dana JHT anda secara full payment atau 100%, atau setidaknya sudah memiliki keanggotaan selama 10 tahun untuk bisa mencairkan 10%-30% dari dana tersebut, kini anda bisa merasa lega.

Ya, dalam peraturan terbaru tersebut kita bisa melakukan pencairan dana jamsostek hingga 100% meskipun kita belum berusia 56 tahun. Atau bagi anda yang masih aktif bekerja sebagai karyawan, anda pun bisa melakukan pencairan dana sebesar 10% -30% meskipun belum genap 10 tahun dalam masa keanggotaan jamsostek. Bahkan bagi anda yang merencanakan resign dari perusahaan tempat bekerja, cukup menunggu 1 bulan saja untuk bisa melakukan pencairan dana tersebut.

Lalu apa saja syarat untuk melakukan pencairan dana tersebut agar bisa kita ambil secara keseluruhan alias 100%? Silahkan disimak baik-baik informasi berikut.

Syarat pencairan Jamsostek untuk anda yang resign atau berhenti bekerja

Bagi anda yang memutuskan untuk resign atau berhenti bekerja, berikut beberapa dokumen yang harus anda siapkan dalam proses pencairan dana jamsostek agar bisa cair 100%.

  1. Anda harus sudah berhenti bekerja setidaknya 1 bulan.
  2. Paklaring atau surat keterangan berhenti kerja (surat pengunduran diri).
  3. Kartu keanggotaan Jamsostek.
  4. KTP dan KK yang masih berlaku.
  5. Buku tabungan.

Jangan lupa untuk menyiapkan foto copy dari dokumen-dokumen tersebut untuk proses administrasi saat pengajuan ke kantor BPJS.

Syarat pencairan Jamsostek untuk anda yang sudah berusia 56 tahun ke atas

Untuk anda yang sudah menginjak usia 56 tahun ke atas, anda sudah bisa melakukan klaim dana JHT secara keseluruhan alias 100% meskipun anda masih aktif bekerja sebagai karyawan. Berikut adalah beberapa dokumen yang harus anda siapkan termasuk foto copy nya untuk kelengkapan administrasi.

  1. Surat keterangan dari perusahaan.
  2. Kartu keanggotaan Jamsostek.
  3. KTP dan KK yang masih berlaku.
  4. Buku tabungan.

 

Cara mencairkan Jamsostek

Setelah menyiapkan beberapa dokumen di atas sebagai syarat administrasi dalam proses pencairan dana Jamsostek, kini anda sudah bisa melakukan klaim dana Jamsostek anda melalui kantor BPJS terdekat. Setibanya di kantor tersebut, anda akan menerima kartu antrian untuk bisa dilayani oleh petugas di sana. Pastikan semua dokumen yang dibutuhkan sudah anda siapkan termasuk di dalamnya dokumen asli dan fotocopynya. Jangan heran jika nanti anda mendapati antrian yang cukup panjang dalam proses pencairan dana Jamsostek ini ya, heheee.

Untuk anda yang tidak suka dengan antrian yang cukup panjang, anda bisa memanfaatkan layanan pencairan dana Jamsostek secara Online melalui link berikut https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs

Silahkan login dan masuk ke menu e-Klaim JHT seperti yang ditampilkan pada gambar berikut.

cara mencairkan jamsostek

Silahkan mengisi semua data yang diperlukan dengan benar. Jangan lupa untuk mengupload beberapa dokumen sebagai syarat pencairan Jamsostek seperti yang disebutkan di atas. Dan setelah berhasil terkirim, anda akan menerima konfirmasi melalui email bahwa pengajuan anda sedang dalam tahap review dalam beberapa hari ke depan (biasanya tak lebih dari 2×24 jam).

Jika disetujui, anda akan menerima konfirmasi mengenai waktu kunjungan ke kantor BPJS yang anda tunjuk saat pengisian form klaim sebelumnya (Anda bebas memilih kantor BPJS sesuai dengan keinginan anda). Setibanya di sana anda akan menerima nomor antrian khusus (beda dengan antrian regular), jadi dipastikan lebih cepat dilayani dibandingan mengurus secara Offline. Pastikan anda membawa semua dokumen yang diperlukan (Asli dan fotocopy). Setelah ini, anda hanya tinggal menunggu dana Jamsostek ditransfer ke nomor rekening yang anda tentukan sebelumnya (menurut informasi, ada yang bisa sampai 14 hari dana baru masuk ke rekening anda).

Demikian informasi terkait cara cek saldo jamsostek, syarat pencairan jamsostek, hingga cara mencairkan dana Jamsostek. Semoga bermanfaat.

16 COMMENTS

  1. kalo kita sudah resign dri persahaan yg lama. namun di perusahaan yg baru tidak ingin melanjutkan krtu JHt dri perusahaan yang lama (buat kartu jht baru). nah apa masih bisa di cairkan

  2. Kalo ktp asli nya hilang cm ada fotocopy nya saja gmn bs gak y? Udh di urusin buat pembuatan e-ktp penggantian cm blanko nya lagi kosong di kecamatan nya.

  3. maaf mas,,,saya sudh hampir 4 tahun berhenti bekerja,saya pernah bekerja di kota bekasi dan sekarang saya merantau di pulau bali,apakah dana jamsostek saya bisa di ambil melalui online?? secara jarak yg sangat jauh

    • kalau keanggotaan jamsostek anda masih aktif (pindah kantor aja), maka tidak bisa karena menurut database pemerintah anda masih aktif terdaftar sebagai karyawan dan anggota aktif jamsostek. Kecuali keanggotaan anda belum didaftarkan/dilaporkan kembali oleh perusahaan yang baru.

    • Silahkan periksa saldo dan status anda melalui aplikasi, apakah masih aktif atau non aktif.
      Kalo sudah non aktif (tidak terdaftar sebagai karyawan), dan tersisa saldo, silahkan ajukan claim.

  4. maaf pa mau nanya kalau ga punya buku tabungan gimana, bisa ga? trus kl mau bikin tabungan buat pencairan jamsostek pakenya bank apa, makasih pa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here