Cara bertanam hidroponik sederhana di rumah (part3)

0
1791

cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT

Cara bertanam hidroponik sederhana di rumah part3 ini merupakan seri terakhir dari rangkaian ulasan mengenai bagaimana membuat instalasi hidroponik sederhana dengan sistem DFT atau Deep Flow Technique.

Jika anda secara tidak sengaja menemukan artikel ini, sebaiknya anda baca dulu uraian sebelumnya mengenai Perlengkapan dan Bahan yang dibutuhkan (part1) serta Proses pengerjaan awal (part 2).

Untuk anda yang sudah membaca kedua artikel tersebut, kini saatnya kita lanjutkan ke tahap akhir dari rangkaian pembuatan instalasi hidroponik sederhana dengan sistem DFT ini. Sebagai pengingat, terakhir kita sudah sampai ke tahap penyemaian benih sayuran yakni kangkung dan bayam merah. Di sisi lain saya juga akan menyiapkan sistem pengairan menggunakan sebuah pompa, bak penampung, serta penggunaan   nutrisi A/B mix khusus daun untuk mempercepat proses pertumbuhan sayuran tersebut. Penasaran? Mari kita simak ulasan berikut.

Instalasi sistem DFT hidroponik

Seperti penjelasan sebelumnya, sistem DFT ini memungkinkan tanaman tetap mendapatkan suplai air (plus nutrisi) meskipun pompa air sedang mati (misal sedang terjadi pemadaman PLN atau pompa rusak). Hal ini berbeda dengan sistem NFT, dimana tanaman akan berhenti mendapatkan suplai air (plus nutrisi) jika arus dari pompa terputus.

Efeknya, jika pompa air mati dengan rentang waktu yang cukup lama, tanaman bisa mati mengering karena kekurangan air dan nutrisi. Itulah salah satu kekurangan sistem NFT hidroponik.

Berikut adalah gambaran sistem DFT yang menggunakan tambahan ‘Reducer’ pada ujung pipa, sehingga jika terjadi pemutusan arus listrik, masih tersedia air (plus nutrisi) yang menggenang di area cekungan bawah (air tidak turun semua ke bak penampungan).

sistem DFT hidroponik

Penambahan nutrisi hidroponik A/B mix daun

Setelah rangkaian pipa dan sistem pengairan siap, saatnya menambahkan nutrisi hidroponik A/B mix pada air. Kali ini saya menggunakan A/B mix khusus daun karena yang saya tanam adalah sayur daun seperti kangkung dan bayam.

Untuk takarannya, saya menambahkan 5 ml nutrisi A dan 5 ml nutrisi B dalam setiap liter air. Jadi, jika jumlah air dalam sistem sebanyak 30 liter, saya harus menambahkan nutrisi A/B mix masing-masing sebanyak 150 ml.

Takaran tersebut akan menghasilkan nilai pengukuran ppm sebesar 1000-1200, dimana rentang angka ini cocok untuk pertumbuhan sayuran daun. Silahkan cari referensi lainnya di mbah Google jika anda menanam sayur jenis lain semisal bawang, tomat, atau cabe.

nutrisi hidroponik a/b mix

Pemindahan bibit hidroponik sayur ke netpot

Setelah semuanya siap, termasuk pertumbuhan bibit (hasil semai) sudah cukup besar, saatnya kita pindah ke lubang tanam atau netpot.

Pastikan rockwool tempat tumbuh bibit menempel pada dasar netpot yang sebelumnya sudah terpasang kain flannel sebagai sumbu penyerap air nutrisi.

pemindahan bibit hidroponik ke dalam lubang tanam netpot

Jika sudah demikian, kita tinggal menunggu tanaman tersebut tumbuh dan siap panen. Pastikan untuk terus memeriksa ketersediaan air dan kandungan nutrisi secara berkala. Kita bisa menambahkan nutrisi jika hasil pemeriksaan ppm sudah menurun setelah beberapa minggu.

Kesimpulan mengenai cara bertanam hidroponik sederhana di rumah dengan sistem DFT

Bertanam secara hidroponik bisa menjadi alternative untuk anda yang ingin berkebun namun memiliki lahan yang terbatas. Seperti yang saya coba kali ini, dengan luas area sekitar 200 cm x 90 cm saya sudah bisa menanam beberapa jenis sayuran denagn kapasitas cukup banyak.

Di sisi lain, penggunaan air yang secara terus-menerus disirkulasikan bisa menjadi alternative bagi mereka yang tinggal di daerah sulit air atau ketersediaan airnya terbatas.

Silahkan simak video berikut untuk gambaran singkat proses instalasi hidroponik dengan sistem DFT yang saya lakukan.

Bagaimana? Anda tertarik untuk berkebun secara hidroponik dan membuat instalasi sistem DFT di rumah? Silahkan ikuti panduan dalam artikel part1-part3. Selamat berkebun dan Salam Hijau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here