5 Kebiasaan orang kaya vs orang miskin yang bikin kamu tercengang

0
10060

kebiasaan orang kaya vs orang miskin

Menjadi kaya tentu menjadi harapan bagi banyak orang miskin. Ada yang lelah dan ingin lepas dari kehidupannya yang sulit, hingga ada yang ingin merasakan nyamannya tinggal di rumah yang megah dan menikmati segala kemewahan lainnya.

Di sisi lain, ada juga yang termotivasi ingin menjadi orang kaya karena dinilai memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berbagi kepada sesama. Mau nyumbang ini, mau nyumbang itu, terasa mudah.

Sayangnya, banyak yang tidak sadar bahwa kebiasaan yang selama ini mereka lakukan (orang miskin) sangat kontras dengan apa yang biasa orang kaya lakukan.

Mungkin hal ini lah yang menjadi salah satu penyebab mengapa yang miskin tetap miskin, dan yang kaya akan semakin kaya.

Berikut 5 kebiasaan orang kaya vs orang miskin yang akan membuatmu tercengang.

Orang Kaya baca buku, Orang Miskin menonton TV

Kebiasaan orang miskin yang pertama adalah suka menonton TV, sementara orang kaya lebih suka membaca buku.

Coba ingat-ingat berapa jam waktu yang anda habiskan di depan TV setiap harinya? Dan kapan terakhir kalinya anda membaca buku?

Berapa banyak buku yang anda baca setiap tahunnya? Tahukah kamu bahwa orang kaya seperti Bill Gates membaca puluhan hingga ratusan buku setiap tahunnya?

Makanya, yuk mulai sekarang kita kurangi waktu menonton TV dan mulai membiasakan diri untuk membaca buku.

Bisa buku apa saja, mulai dari yang ‘setopik’ dengan profesi yang kita geluti saat ini, guna mendapatkan referensi tambahan untuk meningkatkan skill maupun pengetahuan kita.

Orang Kaya dibayar dari Hasil, Orang Miskin dibayar berdasarkan waktu

Berapa banyak dari kita yang mendapatkan bayaran lebih ketika ambil lembur dan dipotong ketika pulang lebih awal?

Ya, orang miskin dibayar berdasarkan waktu, sementara orang kaya dibayar berdasarkan hasil.

Coba simak contoh sederhana berikut ini.

Anggap aja kamu adalah seorang OB atau petugas kebersihan di perusahaan X. Mau sebagus dan sebersih apapun hasil kamu mengepel lantai, kamu akan tetap dianggap OB dengan gaji sesuai jam kerja kamu.

Kenapa? Karena kamu tidak ‘dianggap’ memiliki nilai lebih untuk perusahaan. Kamu akan dibayar berdasarkan waktu yang kamu luangkan di perusahaan tersebut. Pulang cepat, pasti gaji kamu dipotong. Lembur, baru ada tambahan. That is it.

Beda halnya dengan orang kaya. Anggap aja kamu adalah seorang product creator. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah anda habiskan untuk melakukan riset tentang produk tersebut.

Seminggu, sebulan, setahun, bahkan mungkin beberapa tahun kamu kerja lembur siang malam peras otak. Jika ternyata produk kamu tidak diterima market, gak laku di pasaran, hasilnya nihil. Kamu tidak akan menghasilkan uang.

Mereka tidak peduli dengan kerja keras, keringat, modal, dan waktu yang sudah kamu luangkan selama ini, karena yg terpenting adalah hasil.

Itulah mengapa Atlit termahal di dunia itu tidak dibayar berdasarkan berapa lama dan seberat apa dia latihan, tapi mereka akan dibayar berdasarkan seberapa bagus dia bermain dan hasil dari pertandingannya.

Jadi jelas ya, orientasi orang kaya itu hasil, bukan berapa lama waktu yang kamu ‘spent’ atau luangkan.

Orang Kaya berani ambil tanggung jawab, Orang Miskin selalu menyalahkan orang lain

Kebiasaan orang kaya selanjutnya adalah berani mengambil tanggung jawab, sementara orang miskin cenderung menyalahkan orang lain.

Ketika dia gagal, dia akan mencari kambing hitam. Karena kondisi ekonomi sedang menurun, karena pemerintah kurang peduli, karena bos saya begini, karena teman saya begitu, dan lain sebagainya.

Ia selalu menyalahkan orang lain, tidak pernah merasa diri sendiri bersalah. Semua kegagalan yang ia alami selalu dilimpahkan kepada orang lain.

Sementara itu, orang kaya berani bertanggung jawab dan mengambil resiko. Jika ia gagal, maka ia akan menyalahkan dirinya sendiri dan berusaha untuk memperbaikinya.

Tanggung jawab akan memberinya kekuatan. Kekuatan untuk berubah dan melakukan sesuatu yang beda.

Orang Kaya berinvestasi, Orang Miskin fokus pada tabungan

Saat orang miskin fokus untuk mengumpulkan tabungan, orang kaya justru fokus untuk berinvestasi.

Orang miskin sebisa mungkin berusaha untuk menghemat uangnya, seperti lebih memilih penerbangan kelas ekonomi dibandingkan kelas bisnis, tidak minum starbuck di pagi hari, pokoknya kalo bisa serba irit karena sebagian uangnya ingin ditabung.

Padahal seperti kita ketahui, uang 50 ribu kalau kita simpen maka nilainya akan tetap 50 ribu, tidak akan lebih.

Kita tidak akan kaya dengan mengumpulkan uang recehan tadi. Masalahnya bukan pada tabungan, tapi pada pendapatan kita.

Kita harus lebih banyak berinvestasi sehingga banyak menghasilkan uang. Uang itulah nanti yang akan bekerja untuk kita.

Orang Kaya selalu belajar, Orang Miskin merasa tahu segalanya

Di saat orang miskin merasa sudah mengetahui segalanya, orang kaya tidak henti hentinya terus belajar.

Orang miskin biasanya sangat keras kepala. Ia selalu ingin memberi tahu dunia tentang pendapat mereka. Mulai dari politik, ekonomi, olah raga, pemerintahan, hingga hal-hal lain di sekitar mereka.

Sebaliknya, orang kaya cenderung bersikap rendah hati dan selalu ingin belajar.

Itulah tadi 5 kebiasaan orang kaya vs orang miskin. Semoga bisa menginspirasi kita untuk meniru kebiasaan orang kaya, yang mudah-mudahan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan berwawasan luas yang akan mengantarkan kita menjadi orang kaya.

Nah, kebiasaan kamu lebih condong ke mana ya? Orang Kaya atau Orang Miskin?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here